HAKIKAT HIDUP DAN KARYA SERTA
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN SEGALA ASPEKNYA
DOSEN MATA KULIAH : EDI FAKHRI
DISUSUN OLEH : MUHAMMAD LOUIS BENITO
NPM : 34417109
KELAS : 1ID05
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Akses UI,Kelapa Dua,Tugu,Depok
(021)8710561
2017-2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
ke hadirat Tuhan yang Maha Penyayang ALLAH SWT,yang mana telah memberikan
nikmat yang tiada tara,sholawat dan serta salam semoga dicurahkan kepada Rosul
kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga,sahabat,dan para pengikutnya yang
selalu taat dan patuh terhadap ajaran yang di bawa atas perintah ALLAH SWT melewati
perantara Rasulullah SAW hingga akhir jaman
Alhamdulillah,berkat ridho
Allah SWT,saya dapat menyelesaikan makalah ini
Adanya penulisan makalah
dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Saya
menyadari bahwa makalah ini belum bisa di bilang sempurna,dikarenakan
keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena itu, saya
sangat membutuhkan Kritik dan saran yang sifat nya membangun terhadap penulisan
makalah ini.
Saya berharap Makalah yang saya buat sangat
bermanfaat dan bisa dimanfaatkan,khususnya bagi saya dan umum nya bagi semua
pihak yang berkepentingan. Semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan rhakmat nya
atas segala usaha hamba-nya. Aamiin
Wassalamualaikum Wr.Wb
Depok,29
Oktober 2017
Muhammad
Louis Benito
DAFTAR ISI
Halaman
Judul I
Kata
Pengantar II
Daftar
Isi III
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang Masalah 4
1.2.
Rumusan Masalah 4
1.3.
Tujuan yang akan Dicapai 4
1.4.
Manfaat Penulisan 5
BAB
2 PEMBAHASAN
2.1 Orientasi Budaya 6
2.1.1
Perjalanan Hidup
Manusia 6
2.1.2
Konsep Hakikat
Dasar 7
2.1.3
Pengertian
Hakikat Manusia dan Tujuannya 7
ü Saya
dan Tujuan Hidup Saya 8
2.1.4.
Hakikat Karya 13
2.1.5.
Orientasi Masa
Lalu 9
2.1.6.
Orientasi Masa
Kini untuk Masa Depan 10
2.1.7.
Hubungan Manusia
dengan Alam 10
2.1.8.
Hubungan antar
sesama manusia 12
BAB
3 PENUTUP
3.1. Kesimpulan 14
3.2. Saran 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap ciptaan mahluk
hidup di muka bumi ini akan menempuh suatu masa yang dinamakan kehidupan dan
tujuannya. Setiap manusia mempunyai pola fikir berbeda. Setiap agama yang ada
di muka bumi ini mengajarkan tentang kehidupan yang baik serta kebaikan dan
kebajikan, Namun agama islam adalah agama yang sempurna karna semua hal yang
mencangkup kehidupan ada pada hadist,ayat-ayat suci alquran,dan Sunnah
Rasulullah SAW yang sebagaimana Nabi Akhir Jaman,nabi terakhir yang menuntun
kita ke jalan yang benar agar para umat pengikutnya masuk Surga,dan semua hal
cara kehidupan ini pun bergantung bagaimana cara dia di besar kan dan sejauh
mana dia di suapi maklumat terhadap sumber tadi yang di peroleh nya ada mencangkup
keluarga dan lingkungan sekitar yang ia tempati dari bayi hingga dewasa yang
mempunyai pola fikir sendiri
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana
perjalanan hidup manusia ?
2. Apa yang
dimaksud konsep hakikat dasar ?
3. Bagaimana
Hakikat Manusia dan tujuan hidupnya ?
4. Bagaimana saya
dan tujuan hidup saya ?
5. Bagaimana
hakikat karya ?
6. Bagaimana
tentang orientasi waktu ?
7. Apa orientasi
waktu di masa lalu ?
8. Apa orientasi
waktu di masa sekarang ?
9. Bagaimana
orientasi waktu dimasa depan ?
10. Bagaimana
hubungan antar manusia dengan alam ?
11. Bagaimana
menjalin Hubungan antar manusia ?
1.3 TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DALAM PENULISAN MAKALAH
1. Menjelaskan
tujuan serta hakikat hidup
2. Menjelaskan
konsep hakikat dasar
3. Menjelaskan
hakikat manusia dan tujuan hidupnya
4. Menjelaskan
hakikat karya
5. Menjelaskan
tentang orientasi waktu
6. Menjelaskan
orientasi waktu di masa lalu
7. Menjelaskan
orientasi kini untuk di masa yang akan datang
8. Menjelaskan
pandangan alam dengan manusia
9. Menjelaskan cara
menjalin hubungan antar sesama manusia
1.4 MANFAAT PENULISAN
1. Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang arti hidup
2. Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang manusia dan tujuan hidupnya
3. Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang hakikat karya
4. Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang waktu dan cara menghargai waktu
5. Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang hubungan manusia dengan alam
6. Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang hubungan antar sesama manusia
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Orientasi Budaya
2.1.1. Perjalanan Hidup Manusia
Untuk menyadari betapa hidup ini
hanyalah sesuatu yang sangat sementara,cobalah renungkan fakta sederhana ini :
Sebelum anda lahir,anda belum, ada belum ada di dunia. Anda mulai ada sejak
kelahiran anda. Sebagai seorang bayi,anda ditimang dan di peluk oleh orang tua
anda hanya tinggal suatu kenangan. Saat-saat anda bermain riang bergembira
dengan saudara-saudara dan teman-teman anda ketika waktu kecil juga tinggal
kenangan
2.1.2. Konsep Hakikat Dasar
Terdiri
dari 3 konsep hakikat dasar yaitu : Menerima,memberi dan berbagi
1. Menerima
Manusia
terlahir kemudian menggunakan seluruh potensi dirinya untuk menerima sesuatu
(ikhlas), itulah hal pertama yang didapatkan manusia,
"manusia pada hakikatnya
menerima" (Anton, 2011)
2. Memberi
Manusia
berkembang dengan mengikuti waktu, dimasa itu manusia mulai mengumpulkan semua
pengalamanyang diterima semasa perkembangannya, karena hakikat manusia yang
selalu menerima, di waktu yang samamanusia sadar bahwa dirinya tidak
sendiri, di saat aku memberikan senyuman karena kebaikan (ikhlas), di waktuyang
sama aku akan berjumpa dengan banyak senyuman,
"manusia pada hakikatnya
memberi" (Anton, 2011)
3. Berbagi
Terakhir,
dengan kedua hakikat tersebut secara tidak langsung manusia selalu berbagi,
kehidupan ada karena adayang menerima dan ada yang
memberi, secara sadar (ikhlas), setiap waktu manusia selalu menerima
danmemberi, manusia menggunaka seluruh potensinya untuk menerima dan disaat
yang sama manusia memberikanseluruh potensinya untuk kelangsungan hidup,
"manusia pada hakikatnya berbagi"
(Anton, 2011)
Kesimpulan
"Disaat aku
menggabungkan ketiga hakikat dasar, aku akan berjumpa dengan satu kata
yang selalu melekat padatiap hakikat dasar, kata itu adalah
"ikhlas", sederhana" (Anton, 2011).
2.1.3.
Pengertian Hakikat Manusia dan Tujuannya
Hakekat manusia adalah
sebagai berikut :
1.Makhluk yang memiliki
tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya.
2.Individu yang
memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah
laku intelektual dan sosial.
3.yang mampu
mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol
dirinya danmampu menentukan nasibnya.
4.Makhluk yang dalam
proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama
hidupnya.
5.Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinyasendiri,
membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6.Suatu keberadaan yang
berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yangtak
terbatas
7.Makhluk Tuhan yang
berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.Individu
yang sangat dipengaruhi oleh
lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan
ia tidak bisa berkembang sesuai dengan
martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
----------INTERMEZZO------------
§ Saya dan Tujuan
Hidup Saya
Nama
saya Muhammad Louis Benito. Saya Laki-Laki Sunda, keturunan Jawa yang lahir di
Jakarta, 13 April 2000. Saya anak semata wayang. Saya tumbuh dengan keluarga
yang begitu menjaga dan menyayangi saya dalam segala halnya. Saya dididik
dengan ilmu agama dan norma-norma yang berkembang sesuai syari’at islam dan
norma-norma yang baik.
Tumbuh
dari keluarga yang sederhana, cukup, dan terpenuhi, membuat saya mengerti bahwa
hidup adalah tentang memilih dan berjuang. Memilih apa yang terbaik untuk saya,
memilih mana yang buruk agar saya menghindarinya, ataupun memilih jalan yang
memang sudah waktunya saya pilih. Dan berjuang dalam hidup adalah tentang untuk
apa, dan siapa. Untuk apa kita berjuang dalam hidup, dan untuk siapa kita
berjuang dalam hidup. Karena hidup adalah perjalanan untuk memilih dan
berjuang, saya sendiri punya pilihan hidup pada target jangka panjang saya.
Begitu banyak tujuan hidup yang ingin saya tempuh agar hidup saya bermanfaat,
juga berkualitas. Bermanfaat di mata Allah, bukan di mata orang lain. Orang
lain hanya melihat dan menilai, tapi tidak semua orang menilai dengan sisi
pandang yang baik. Semua punya pandangannya masing-masing. Jadi saya memilih,
bagaimana tujuan hidup saya bisa bermanfaat di mata Allah agar terhitung amal
juga ibadah di mata-Nya, yaitu:
v Bisa
membantu orang yang dibawah kita (dalam bentuk moral atau materi)
v Bermanfaat
bagi sesama manusia dalam hal kebajikan (kebaikan) serta meminimalisir tindakan
mudharat.
v Menjadi
orang yang berhasil dalam duniawi dan akhirat. Berhasil dalam segi materi,
pendidikan, karier, dan segalanya. Tidak lupa berhasil dalam akhirat, contohnya
selalu melaksanakan kewajiban Allah SWT.
v Selalu
membuat bangga orang tua dan orang-orang yang saya sayangi serta menyayangi
saya
2.1.4.
Hakikat Karya
1)
Rekaman
Peristiwa ; Rekaman peristiwa merupakan proses penciptaan karya seni untuk
merekam suatu peristiwa tertentu yang menyentuh dan bermakna. Karya seni
untuk merekam peristiwa, aktualisasi diri, dan ekspresi diri.
2)
Alat Komunikasi;
Tujuan penciptaan karya seni sebagai sarana komunikasi adalah upaya untuk
membangun berbagai gagasan atau imajinasi seniman sehingga dapat dipahami oleh
masyarakat penikmatnya.
3)
Terapi Kejiwaan;
Terapi kejiwaan merupakan tujuan penciptaan karya seni dalam pengayaan jiwa
bagi seniman maupun penikmatnya sehingga memperoleh ketenangan, hiburan,
pelampiasan, maupun penyehatan rohani.
4)
Memperluas
Wawasan; Memperluas wawasan merupakan tujuan penciptaan karya seni untuk
meningkatkan apresiasi masyarakat sehingga memperoleh pengalaman baru dalam
mengamati karya seni itu.
5)
Keagamaan;
Sebagai media penyampaian ajaran agama, pendukung upaya keagamaan, ataupun
sebagai proses pemujaan kepada sang maha pencipta.
6)
Politik; Sebagai
alat pendukung kampanye, dan propaganda ideologi politik tertentu.
2.1.5.
Orientasi Masa Lalu
Mengingat
dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di
dalamnya merupakan tindakan yang seharusnya tidak kita lakukan. Itu sama
artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang
belum terjadi.
Bagi
orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah
dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’
penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya.
Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian,
karena masa lalu telah berlalu dan habis.
Kesedihan tak
akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya
kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan
tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
2.1.6.
Orientasi Masa Kini untuk Masa Depan
Orientasi
masa depan adalah upaya antisipasi terhadap masa depan yang
menjanjikan.Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ellizabeth B Hurlock (1981)
peserta didik remaja mulai memikirkan kebutuhan tentang masa depan secara
sungguh-sungguh. peserta didik mulai memberikan perhatian kepada yang besar
terhadap bebagai lapangan kehidupan yang akan dijalaninya. Diantara kehidupan
di masa depan yang banyak mendapat perhatian dari peserta didik adalah lapangan
pendidikan (Nurmi 1989), disamping dunia kerja dan hidup rumah tangga
(havighurst 1984).
Berikut
adalah orientasi atau target-target yang saya tulis untuk masa depan saya:
o
Membahagiakan
kedua orang tua saya dengan segala yang bisa saya berikan kepadanya , baik
materi maupun moril.
o
Lulus S1 tepat
waktu dengan IPK lebih dari sama dengan 3,5
o
Ingin membuat
kedua orang tua saya naik haji dengan hasil kerja keras saya sendiri.
o
Bahagia dalam
jasmani maupun rohani
o
Mendapatkan
pekerjaan sesuai dengan passion yang bisa memenuhi kebutuhan hidup saya secara
materi (berkecukupan)
o
Sukses dalam hal
duniawi (keluarga, diri sendiri, materi, dan moril)
2.1.7
Hubungan
Manusia dan dengan Alam
Manusia
berfungsi sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam menjalankan kedua
fungsinya tersebut manusia membutuhkan alam/ lingkungan sekitar baik lingkungan
abiotik (seperti udara, air, tanah dan lain-lain) maupun lingkungan biotik
(sesama manusia, hewan, tumbuhan dll). Manusia harus berinteraksi dengan alam/
lingkungan sekitar
Manusia
saling berinteraksi dengan sesamanya karena manusia tidak dapat hidup sendiri
tanpa bantuan lingkungan sekitarnya. Dialam dunia, manusia diciptakan
berpasang-pasangan: ada laki-laki dan ada perempuan, ada yang baik dan ada yang
tidak baik, ada yang sabar dan ada yang tidak sabar dalam menghadapi masalah.
Namun dengan perbedaan-perbedaan yang ada, kita tetap harus saling menghormati
agar tercipta ketentraman hidup. Bayangkan bila manusia sudah tidak saling
menghormati dengan segala kepentingan dan kesibukannya, tentu dunia ini akan
semrawut oleh ulah manusia.
Hubungan
antar sesama manusia yang saling menghormati, mencintai dan menyayangi dapat
diterapkan pada berbagai situasi dan keadaan, misalnya dalam kehidupan keluarga
dan masyarakat. Dalam kehidupan keluarga, misalnya : hubungan dengan
suami/istri, hubungan dengan anak, hubungan dengan orang tua, hubungan dengan
saudara harus tetap harmonis dengan saling memelihara dan memanfaatkan dengan
bijak. Sudahkah kita melakukannya?. Dalam kehidupan bermasyarakat, Sudahkah
kita bersilaturahmi dengan tetangga karena tetangga adalah orang yang terdekat
dengan kita.
Hubungan
manusia dengan hewan, cara kita sebagai manusia dalam menghormati hewan sebagai
makhluk ciptaan Tuhan YME adalah dengan cara menyayangi dan tidak menyiksa/
membunuhnya. Adapun bila kita ingin memanfaatkannya sebagai bahan pangan, ada
adabnya tersendiri dengan cara menyembelihnya.
Ada
sebagian manusia menyayangi hewan dengan cara memeliharanya. Hewan sendiri
menurut jenisnya dikategorikan menjadi dua yaitu jinak dan tidak jinak. Kedua
kategori sifat ini dapat dipelihara manusia. Hewan bermanfaat bagi manusia
karena dapat bernilai ekonomis, dapat dimanfaatkan tenaganya (seperti: kuda,
sapi dan kerbau), dan dapat dipakai sebagai sarana penambah kebutuhan untuk
konsumsi manusia (seperti: ayam dapat diambil telur dan dagingnya)
Bila
hewan disekitar kita, tidak kita sayangi maka dapat merugikan jiwa manusia itu
sendiri, secara langsung ataupun tidak langsung hewan tersebut dapat menyerang
atau membunuh kita. Karena kita hidup di dunia tidak hanya berdampingan dengan
manusia saja tetapi dengan hewan juga
Hubungan
manusia dengan tumbuhan. Manusia hidup berdampingan dengan tumbuhan. Dalam
kehidupan tumbuhan berfungsi sebagai sumber pangan yang utama karena dialah
satu-satunya makhluk yang dapat berfotosintesis, sebagai sumber oksigen yang
kita perlukan untuk bernafas, sebagai pelindung dari teriknya panas matahari
karena ia dapat membantu mengurangi pantulan sinar matahari dan sebagai sumber
keindahan. Bayangkan bila dunia ini tanpa tumbuhan, tentu akan menjadi dunia
yang panas dan gersang. Mengingat begitu pentingnya fungsi tumbuhan dalam
kehidupan kita, sudah sewajarnya kita membina hubungan yang baik dengan
tumbuhan dengan cara memelihara dan melestarikannya. Jangan membakar hutan
karena hutan adalah paru-paru dunia. Hutan yang gundul dapat memicu terjadinya
bencana banjir dan longsor yang dapat membahayakan manusia sendiri
Manusia
juga hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar seperti tanah, air dan udara.
Semuanya harus kita sayangi karena bila tidak dapat menjadi sumber malapetaka
bagi kita, misalnya : Jangan mencemari air dengan membuang sampah dan limbah ke
sumber air karena dapat mengakibatkan banjir atau menjadi sumber penyakit.
Bentuk
hubunganku dengan alam adalah hubungan yang saling membutuhkan. Sebagai contoh
di halaman rumah belakang, keluarga kami memelihara ayam, burung dara dan ikan
nila. Hewan ini sudah lama kami pelihara dengan cara menyediakan sangkar untuk
ayam dan burung serta kolam untuk ikan. Kami menyayanginya dengan memberikan
dia makan dan perlindungan berupa sangkar yang aman. Hewan ini pun mendatangkan
manfaat yang besar bagi kami, selain manfaat ekonomis juga dapat menghilangkan
stress ataupun kejenuhan.
Jadi
intinya adalah kita harus hidup berdampingan dan bersifat simbiosis mutualisme.
Sayangilah alam sekitar seperti kita menyayangi diri kita sendiri ataupun
pasangan hidup kita. Syukurilah limpahan anugerah yang telah tuhan berikan
melalui lingkungan sekitar kita dan jangan lupa berdo'a agar kita dapat menjadi
ahli surga. Mari perbaiki diri dengan lebih mencintai lingkungan disekitar kita
dengan cara sederhana dan dimulai dari diri kita sendiri.
2.1.8
Hubungan
antar sesama manusia
Manusia merupakan
makhluk sosial, Tentunya selain menjaga hubungan kepada Sang Pencipta yakni
Allah SWT (hablumminallah), maka ada baiknya pula menjaga hubungan baik
antar sesama manusia (hablumminannas). Bagaimana kita seharusnya
melakukan hubungan yang baik antar sesama manusia? Berikut pemaparannya.
Ø Berbakti
Kepada Kedua Orang Tua
Tak ada seorangpun
didunia ini yang kasih sayangnya setulus Ibu dan Bapak kita sebagai orang tua.
Betapa besar cinta yang mereka berikan kepada kita hingga kita tak dapat
mengukur dan menghitungnya.
Sebagai tanda syukur
kita kepada Allah SWT atas anugerah cinta Nya yang diberikan melalui kasih sayang
dan cinta dari kedua orang tua kita, hendaknya kita kita sebagai hambanya dapat
mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan berbakti kepada kedua orang
tua kita.
Ø Hormat
Kepada Guru
Untuk mengajarkan
berbagai ilmu pengetahuan dan pendidikan, kedua orang kita tidak mendapatkan
kesempatan yang luas untuk menguasai di berbagai macam bidang pengetahuan yang
ada, hanya bidang tertentu saja. Itulah sebabnya kita dititipkan oleh kedua
orang tua kita di sekolah agar memperoleh pelajaran dan pendidikan sesuai
dengan kebutuhan yang kita inginkan.
Ø Berbuat
Baik Terhadap Saudara dan Famili
Ø Berbuat
Baik Terhadap Tetangga
Tetangga,
orang yang paling dekat tempat tinggalnya dengan kita dan sering berinteraksi
dengan kita. Jika sedang mengalami kesulitan ataupun membutuhkan bantuan,
tetanggalah yang diharapkan segera memberikan bantuan.
Ø Menghormati
Tamu
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada
hakekatnya manusia adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, diciptakan dalam
bentuk paling sempurna. Manusia adalah makhluk spiritual yang akan menjalani
fase-fase peristiwa kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun setelah mati.
Spiritual merupakan aspek non fisik yang mampu memberikan kekuatan manusia
untuk lebih dari sekedar hidup.
Jadi manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan sebagaimana juga makhluk-makhluk yang lain di muka bumi ini dan setiap makhluk yang dijadikan itu memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan ia dengan makhluk lainnya.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk utama dalam dunia alami, makhluk yang berkemauan bebas, makhluk yang sadar dan sadar diri, kreatif, idealis, serta makhluk moral. Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil ( jadi bukan hanya gradual ) membedakan manusia dari hewan.
Jadi manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan sebagaimana juga makhluk-makhluk yang lain di muka bumi ini dan setiap makhluk yang dijadikan itu memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan ia dengan makhluk lainnya.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk utama dalam dunia alami, makhluk yang berkemauan bebas, makhluk yang sadar dan sadar diri, kreatif, idealis, serta makhluk moral. Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil ( jadi bukan hanya gradual ) membedakan manusia dari hewan.
B. Saran
Sebagai
civitas akademik yang berpendidikan, sebaikya mahasiswa memahami pengertian
hakikat manusia dan dapat menerapkan hakikat manusia di dunia pendidikan. Juga
menjalin hubungan baik sesame manusia serta merawat dan melestarikan alam demi
kelangsungan hidup bersama.
