Jumat, 03 November 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
HAKIKAT HIDUP DAN KARYA SERTA HUBUNGAN MANUSIA DENGAN SEGALA ASPEKNYA


DOSEN MATA KULIAH : EDI FAKHRI
DISUSUN OLEH : MUHAMMAD LOUIS BENITO
NPM : 34417109

KELAS : 1ID05


UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Akses UI,Kelapa Dua,Tugu,Depok (021)8710561
2017-2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Penyayang ALLAH SWT,yang mana telah memberikan nikmat yang tiada tara,sholawat dan serta salam semoga dicurahkan kepada Rosul kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga,sahabat,dan para pengikutnya yang selalu taat dan patuh terhadap ajaran yang di bawa atas perintah ALLAH SWT melewati perantara Rasulullah SAW hingga akhir jaman
Alhamdulillah,berkat ridho Allah SWT,saya dapat menyelesaikan makalah ini             Adanya penulisan makalah dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa makalah ini belum bisa di bilang sempurna,dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena itu, saya sangat membutuhkan Kritik dan saran yang sifat nya membangun terhadap penulisan makalah ini.
Saya berharap Makalah yang saya buat sangat bermanfaat dan bisa dimanfaatkan,khususnya bagi saya dan umum nya bagi semua pihak yang berkepentingan. Semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan rhakmat nya atas segala usaha hamba-nya. Aamiin

Wassalamualaikum Wr.Wb



                                                                                                            Depok,29 Oktober 2017


                                                                                                            Muhammad Louis Benito





DAFTAR ISI
Halaman Judul                                                                                              I
Kata Pengantar                                                                                             II
Daftar Isi                                                                                                        III
BAB 1 PENDAHULUAN                                                                           
1.1. Latar Belakang Masalah                                                                          4
1.2. Rumusan Masalah                                                                                    4
1.3. Tujuan yang akan Dicapai                                                                        4
1.4. Manfaat Penulisan                                                                                   5
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1   Orientasi Budaya                                                                                     6
2.1.1        Perjalanan Hidup Manusia                                                                  6
2.1.2        Konsep Hakikat Dasar                                                                        7
2.1.3        Pengertian Hakikat Manusia dan Tujuannya                                      7
ü  Saya dan Tujuan Hidup Saya                                                       8
2.1.4.      Hakikat Karya                                                                                     13
2.1.5.      Orientasi Masa Lalu                                                                            9         
2.1.6.      Orientasi Masa Kini untuk Masa Depan                                             10       
2.1.7.      Hubungan Manusia dengan Alam                                                      10
2.1.8.      Hubungan antar sesama manusia                                                        12
BAB 3 PENUTUP
3.1. Kesimpulan                                                                                              14
3.2. Saran                                                                                                        14


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap ciptaan mahluk hidup di muka bumi ini akan menempuh suatu masa yang dinamakan kehidupan dan tujuannya. Setiap manusia mempunyai pola fikir berbeda. Setiap agama yang ada di muka bumi ini mengajarkan tentang kehidupan yang baik serta kebaikan dan kebajikan, Namun agama islam adalah agama yang sempurna karna semua hal yang mencangkup kehidupan ada pada hadist,ayat-ayat suci alquran,dan Sunnah Rasulullah SAW yang sebagaimana Nabi Akhir Jaman,nabi terakhir yang menuntun kita ke jalan yang benar agar para umat pengikutnya masuk Surga,dan semua hal cara kehidupan ini pun bergantung bagaimana cara dia di besar kan dan sejauh mana dia di suapi maklumat terhadap sumber tadi yang di peroleh nya ada mencangkup keluarga dan lingkungan sekitar yang ia tempati dari bayi hingga dewasa yang mempunyai pola fikir sendiri

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana perjalanan hidup manusia ?
2.      Apa yang dimaksud konsep hakikat dasar ?
3.      Bagaimana Hakikat Manusia dan tujuan hidupnya ?
4.      Bagaimana saya dan tujuan hidup saya ?
5.      Bagaimana hakikat karya ?
6.      Bagaimana tentang orientasi waktu ?
7.      Apa orientasi waktu di masa lalu ?
8.      Apa orientasi waktu di masa sekarang ?
9.      Bagaimana orientasi waktu dimasa depan ?
10.  Bagaimana hubungan antar manusia dengan alam ?
11.  Bagaimana menjalin Hubungan antar manusia ?

1.3  TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DALAM PENULISAN MAKALAH
1.      Menjelaskan tujuan serta hakikat hidup
2.      Menjelaskan konsep hakikat dasar
3.      Menjelaskan hakikat manusia dan tujuan hidupnya
4.      Menjelaskan hakikat karya
5.      Menjelaskan tentang orientasi waktu
6.      Menjelaskan orientasi waktu di masa lalu
7.      Menjelaskan orientasi kini untuk di masa yang akan datang
8.      Menjelaskan pandangan alam dengan manusia
9.      Menjelaskan cara menjalin hubungan antar sesama manusia

1.4  MANFAAT PENULISAN
1.      Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang arti hidup
2.      Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang manusia dan tujuan hidupnya
3.      Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang hakikat karya
4.      Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang waktu dan cara menghargai waktu
5.      Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang hubungan manusia dengan alam
6.      Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang hubungan antar sesama manusia
















BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Orientasi Budaya
2.1.1. Perjalanan Hidup Manusia
            Untuk menyadari betapa hidup ini hanyalah sesuatu yang sangat sementara,cobalah renungkan fakta sederhana ini : Sebelum anda lahir,anda belum, ada belum ada di dunia. Anda mulai ada sejak kelahiran anda. Sebagai seorang bayi,anda ditimang dan di peluk oleh orang tua anda hanya tinggal suatu kenangan. Saat-saat anda bermain riang bergembira dengan saudara-saudara dan teman-teman anda ketika waktu kecil juga tinggal kenangan
2.1.2. Konsep Hakikat Dasar
            Terdiri dari 3 konsep hakikat dasar yaitu : Menerima,memberi dan berbagi
1. Menerima
Manusia terlahir kemudian menggunakan seluruh potensi dirinya untuk menerima sesuatu (ikhlas), itulah hal pertama yang didapatkan manusia,
"manusia pada hakikatnya menerima" (Anton, 2011)
2. Memberi
Manusia berkembang dengan mengikuti waktu, dimasa itu manusia mulai mengumpulkan semua pengalamanyang diterima semasa perkembangannya, karena hakikat manusia yang selalu menerima, di waktu yang samamanusia sadar bahwa dirinya tidak sendiri, di saat aku memberikan senyuman karena kebaikan (ikhlas), di waktuyang sama aku akan berjumpa dengan banyak senyuman,
"manusia pada hakikatnya memberi" (Anton, 2011)
3. Berbagi
Terakhir, dengan kedua hakikat tersebut secara tidak langsung manusia selalu berbagi, kehidupan ada karena adayang menerima dan ada yang memberi, secara sadar (ikhlas), setiap waktu manusia selalu menerima danmemberi, manusia menggunaka seluruh potensinya untuk menerima dan disaat yang sama manusia memberikanseluruh potensinya untuk kelangsungan hidup,
 "manusia pada hakikatnya berbagi" (Anton, 2011)
Kesimpulan
"Disaat aku menggabungkan ketiga hakikat dasar, aku akan berjumpa dengan satu kata yang selalu melekat padatiap hakikat dasar, kata itu adalah "ikhlas", sederhana" (Anton, 2011).
2.1.3. Pengertian Hakikat Manusia dan Tujuannya
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
1.Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya danmampu menentukan nasibnya.
4.Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinyasendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6.Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yangtak terbatas
7.Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
----------INTERMEZZO------------
§  Saya dan Tujuan Hidup Saya
Nama saya Muhammad Louis Benito. Saya Laki-Laki Sunda, keturunan Jawa yang lahir di Jakarta, 13 April 2000. Saya anak semata wayang. Saya tumbuh dengan keluarga yang begitu menjaga dan menyayangi saya dalam segala halnya. Saya dididik dengan ilmu agama dan norma-norma yang berkembang sesuai syari’at islam dan norma-norma yang baik.
Tumbuh dari keluarga yang sederhana, cukup, dan terpenuhi, membuat saya mengerti bahwa hidup adalah tentang memilih dan berjuang. Memilih apa yang terbaik untuk saya, memilih mana yang buruk agar saya menghindarinya, ataupun memilih jalan yang memang sudah waktunya saya pilih. Dan berjuang dalam hidup adalah tentang untuk apa, dan siapa. Untuk apa kita berjuang dalam hidup, dan untuk siapa kita berjuang dalam hidup. Karena hidup adalah perjalanan untuk memilih dan berjuang, saya sendiri punya pilihan hidup pada target jangka panjang saya. Begitu banyak tujuan hidup yang ingin saya tempuh agar hidup saya bermanfaat, juga berkualitas. Bermanfaat di mata Allah, bukan di mata orang lain. Orang lain hanya melihat dan menilai, tapi tidak semua orang menilai dengan sisi pandang yang baik. Semua punya pandangannya masing-masing. Jadi saya memilih, bagaimana tujuan hidup saya bisa bermanfaat di mata Allah agar terhitung amal juga ibadah di mata-Nya, yaitu:
v  Bisa membantu orang yang dibawah kita (dalam bentuk moral atau materi)
v  Bermanfaat bagi sesama manusia dalam hal kebajikan (kebaikan) serta meminimalisir tindakan mudharat.
v  Menjadi orang yang berhasil dalam duniawi dan akhirat. Berhasil dalam segi materi, pendidikan, karier, dan segalanya. Tidak lupa berhasil dalam akhirat, contohnya selalu melaksanakan kewajiban Allah SWT.
v  Selalu membuat bangga orang tua dan orang-orang yang saya sayangi serta menyayangi saya



2.1.4. Hakikat Karya
1)      Rekaman Peristiwa ; Rekaman peristiwa merupakan proses penciptaan karya seni untuk merekam suatu peristiwa tertentu yang menyentuh dan bermakna.  Karya seni untuk merekam peristiwa, aktualisasi diri, dan ekspresi diri.
2)      Alat Komunikasi; Tujuan penciptaan karya seni sebagai sarana komunikasi adalah upaya untuk membangun berbagai gagasan atau imajinasi seniman sehingga dapat dipahami oleh masyarakat penikmatnya.
3)      Terapi Kejiwaan; Terapi kejiwaan merupakan tujuan penciptaan karya seni dalam pengayaan jiwa bagi seniman maupun penikmatnya sehingga memperoleh ketenangan, hiburan, pelampiasan, maupun penyehatan rohani.
4)      Memperluas Wawasan; Memperluas wawasan merupakan tujuan penciptaan karya seni untuk meningkatkan apresiasi masyarakat sehingga memperoleh pengalaman baru dalam mengamati karya seni itu.
5)      Keagamaan; Sebagai media penyampaian ajaran agama, pendukung upaya keagamaan, ataupun sebagai proses pemujaan kepada sang maha pencipta.
6)      Politik; Sebagai alat pendukung kampanye, dan propaganda ideologi politik tertentu.
2.1.5. Orientasi Masa Lalu
Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan yang seharusnya tidak kita lakukan. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis.
Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

2.1.6. Orientasi Masa Kini untuk Masa Depan
Orientasi masa depan adalah upaya antisipasi terhadap masa depan yang menjanjikan.Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ellizabeth B Hurlock (1981) peserta didik remaja mulai memikirkan kebutuhan tentang masa depan secara sungguh-sungguh. peserta didik mulai memberikan perhatian kepada yang besar terhadap bebagai lapangan kehidupan yang akan dijalaninya. Diantara kehidupan di masa depan yang banyak mendapat perhatian dari peserta didik adalah lapangan pendidikan (Nurmi 1989), disamping dunia kerja dan hidup rumah tangga (havighurst 1984).
Berikut adalah orientasi atau target-target yang saya tulis untuk masa depan saya:
o   Membahagiakan kedua orang tua saya dengan segala yang bisa saya berikan kepadanya , baik materi maupun moril.
o   Lulus S1 tepat waktu dengan IPK lebih dari sama dengan 3,5
o   Ingin membuat kedua orang tua saya naik haji dengan hasil kerja keras saya sendiri.
o   Bahagia dalam jasmani maupun rohani
o   Mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion yang bisa memenuhi kebutuhan hidup saya secara materi (berkecukupan)
o   Sukses dalam hal duniawi (keluarga, diri sendiri, materi, dan moril)
2.1.7        Hubungan Manusia dan dengan Alam
Manusia berfungsi sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam menjalankan kedua fungsinya tersebut manusia membutuhkan alam/ lingkungan sekitar baik lingkungan abiotik (seperti udara, air, tanah dan lain-lain) maupun lingkungan biotik (sesama manusia, hewan, tumbuhan dll). Manusia harus berinteraksi dengan alam/ lingkungan sekitar
Manusia saling berinteraksi dengan sesamanya karena manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan lingkungan sekitarnya. Dialam dunia, manusia diciptakan berpasang-pasangan: ada laki-laki dan ada perempuan, ada yang baik dan ada yang tidak baik, ada yang sabar dan ada yang tidak sabar dalam menghadapi masalah. Namun dengan perbedaan-perbedaan yang ada, kita tetap harus saling menghormati agar tercipta ketentraman hidup. Bayangkan bila manusia sudah tidak saling menghormati dengan segala kepentingan dan kesibukannya, tentu dunia ini akan semrawut oleh ulah manusia.
Hubungan antar sesama manusia yang saling menghormati, mencintai dan menyayangi dapat diterapkan pada berbagai situasi dan keadaan, misalnya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam kehidupan keluarga, misalnya : hubungan dengan suami/istri, hubungan dengan anak, hubungan dengan orang tua, hubungan dengan saudara harus tetap harmonis dengan saling memelihara dan memanfaatkan dengan bijak. Sudahkah kita melakukannya?. Dalam kehidupan bermasyarakat, Sudahkah kita bersilaturahmi dengan tetangga karena tetangga adalah orang yang terdekat dengan kita.
Hubungan manusia dengan hewan, cara kita sebagai manusia dalam menghormati hewan sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME adalah dengan cara menyayangi dan tidak menyiksa/ membunuhnya. Adapun bila kita ingin memanfaatkannya sebagai bahan pangan, ada adabnya tersendiri dengan cara menyembelihnya.
Ada sebagian manusia menyayangi hewan dengan cara memeliharanya. Hewan sendiri menurut jenisnya dikategorikan menjadi dua yaitu jinak dan tidak jinak. Kedua kategori sifat ini dapat dipelihara manusia. Hewan bermanfaat bagi manusia karena dapat bernilai ekonomis, dapat dimanfaatkan tenaganya (seperti: kuda, sapi dan kerbau), dan dapat dipakai sebagai sarana penambah kebutuhan untuk konsumsi manusia (seperti: ayam dapat diambil telur dan dagingnya)
Bila hewan disekitar kita, tidak kita sayangi maka dapat merugikan jiwa manusia itu sendiri, secara langsung ataupun tidak langsung hewan tersebut dapat menyerang atau membunuh kita. Karena kita hidup di dunia tidak hanya berdampingan dengan manusia saja tetapi dengan hewan juga
Hubungan manusia dengan tumbuhan. Manusia hidup berdampingan dengan tumbuhan. Dalam kehidupan tumbuhan berfungsi sebagai sumber pangan yang utama karena dialah satu-satunya makhluk yang dapat berfotosintesis, sebagai sumber oksigen yang kita perlukan untuk bernafas, sebagai pelindung dari teriknya panas matahari karena ia dapat membantu mengurangi pantulan sinar matahari dan sebagai sumber keindahan. Bayangkan bila dunia ini tanpa tumbuhan, tentu akan menjadi dunia yang panas dan gersang. Mengingat begitu pentingnya fungsi tumbuhan dalam kehidupan kita, sudah sewajarnya kita membina hubungan yang baik dengan tumbuhan dengan cara memelihara dan melestarikannya. Jangan membakar hutan karena hutan adalah paru-paru dunia. Hutan yang gundul dapat memicu terjadinya bencana banjir dan longsor yang dapat membahayakan manusia sendiri
Manusia juga hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar seperti tanah, air dan udara. Semuanya harus kita sayangi karena bila tidak dapat menjadi sumber malapetaka bagi kita, misalnya : Jangan mencemari air dengan membuang sampah dan limbah ke sumber air karena dapat mengakibatkan banjir atau menjadi sumber penyakit.
Bentuk hubunganku dengan alam adalah hubungan yang saling membutuhkan. Sebagai contoh di halaman rumah belakang, keluarga kami memelihara ayam, burung dara dan ikan nila. Hewan ini sudah lama kami pelihara dengan cara menyediakan sangkar untuk ayam dan burung serta kolam untuk ikan. Kami menyayanginya dengan memberikan dia makan dan perlindungan berupa sangkar yang aman. Hewan ini pun mendatangkan manfaat yang besar bagi kami, selain manfaat ekonomis juga dapat menghilangkan stress ataupun kejenuhan.
Jadi intinya adalah kita harus hidup berdampingan dan bersifat simbiosis mutualisme. Sayangilah alam sekitar seperti kita menyayangi diri kita sendiri ataupun pasangan hidup kita. Syukurilah limpahan anugerah yang telah tuhan berikan melalui lingkungan sekitar kita dan jangan lupa berdo'a agar kita dapat menjadi ahli surga. Mari perbaiki diri dengan lebih mencintai lingkungan disekitar kita dengan cara sederhana dan dimulai dari diri kita sendiri.
2.1.8        Hubungan antar sesama manusia
Manusia merupakan makhluk sosial, Tentunya selain menjaga hubungan kepada Sang Pencipta yakni Allah SWT (hablumminallah), maka ada baiknya pula menjaga hubungan baik antar sesama manusia (hablumminannas). Bagaimana kita seharusnya melakukan hubungan yang baik antar sesama manusia? Berikut pemaparannya.
Ø  Berbakti Kepada Kedua Orang Tua
Tak ada seorangpun didunia ini yang kasih sayangnya setulus Ibu dan Bapak kita sebagai orang tua. Betapa besar cinta yang mereka berikan kepada kita hingga kita tak dapat mengukur dan menghitungnya.
Sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT atas anugerah cinta Nya yang diberikan melalui kasih sayang dan cinta dari kedua orang tua kita, hendaknya kita kita sebagai hambanya dapat mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan berbakti kepada kedua orang tua kita. 
Ø  Hormat Kepada Guru
Untuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan dan pendidikan, kedua orang kita tidak mendapatkan kesempatan yang luas untuk menguasai di berbagai macam bidang pengetahuan yang ada, hanya bidang tertentu saja. Itulah sebabnya kita dititipkan oleh kedua orang tua kita di sekolah agar memperoleh pelajaran dan pendidikan sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan.
Ø  Berbuat Baik Terhadap Saudara dan Famili
Ø  Berbuat Baik Terhadap Tetangga
Tetangga, orang yang paling dekat tempat tinggalnya dengan kita dan sering berinteraksi dengan kita. Jika sedang mengalami kesulitan ataupun membutuhkan bantuan, tetanggalah yang diharapkan segera memberikan bantuan.
Ø  Menghormati Tamu














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada hakekatnya manusia adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, diciptakan dalam bentuk paling sempurna. Manusia adalah makhluk spiritual yang akan menjalani fase-fase peristiwa kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun setelah mati. Spiritual merupakan aspek non fisik yang mampu memberikan kekuatan manusia untuk lebih dari sekedar hidup.
Jadi manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan sebagaimana juga makhluk-makhluk yang lain di muka bumi ini dan setiap makhluk yang dijadikan itu memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan ia dengan makhluk lainnya.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk utama dalam dunia alami, makhluk yang berkemauan bebas, makhluk yang sadar dan sadar diri, kreatif, idealis, serta makhluk moral. Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil ( jadi bukan hanya gradual ) membedakan manusia dari hewan.
B.     Saran
Sebagai civitas akademik yang berpendidikan, sebaikya mahasiswa memahami pengertian hakikat manusia dan dapat menerapkan hakikat manusia di dunia pendidikan. Juga menjalin hubungan baik sesame manusia serta merawat dan melestarikan alam demi kelangsungan hidup bersama.




MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR TENTANG DISABILITAS

TUGAS MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR DISABILITAS Dosen Pembimbing : Ariyanto, S.Kom Penyusun : 1.      Affifah Laely Rokhmah (3041...